Dangyunhaji's Secret Obsessions

Kim Kang Woo : Lahirnya seorang iblis…

Posted on: Juli 4, 2009

20090413173133_002000_[W850xH567]

KIM KANG WOO : Lahirnya seorang iblis….

Ia selalu ada dalam latar belakang kumpulan orang-orang yang tengah berlarian. Ketika kamera menangkap dirinya dalam keadaan sibuk dan tidak fokus. Tiba-tiba ia mulai berekspresi ke depan kamera dan berusaha memperlihatkan sisi lain Kim Kang Woo yang sebenarnya.

Dalam drama yang diputar MBC I RUN, sosoknya di kenal dengan sosok anak muda yang penuh dengan pergolakan identitas yang pada akhirnya, membawanya kedalam film The Coast Guard dan juga Silmido, dan pada akhirnya dikenal sebagai pemeran utama oleh masyarakat luas.

Inilah yang dilakukannya di belakang layar selama 6 tahun menunggu dan bersabar agar dapat dikenal khalayak ramai dan juga tujuannya tercapai dalam bidang akting.

Seperti seseorang yang sudah lama ada

Pada tahun 2003, sutradara Park Sung Soo membuat sensasi dengan drama Ruler Of Your Own, kemudian diikuti dengan mengkasting seorang aktor muda yang punya wajah biasa saja dan belum punya pengalaman banyak dalam berakting, Kim Kang Woo. Dalam drama bergenre remaja I RUN, ia berperan sebagai Min Chul.

Meskipun rating drama itu tidak meraih sukses, sutradara Park tetap pada pendiriannya kalau dia tidak salah pilih memilihnya untuk membuat karakter Min Chul hidup. Setting buku-buku yang tertata rapi di kamarnya, dan juga toko buku usang, sangat cocok dengannya, seperti ia adalah seseorang yang sudah lama berada di situ. Ia bisa menaturalisasikan karakter yang diberikan kepadanya berikut ruang lingkupnya. Yang paling menarik adalah, ketika ia diberikan peran yang lebih tinggi, bagaimanapun juga ia bisa menyesuaikan dan memberikan yang terbaik.

20090413173136_002003_[W850xH567]

Dalam film The Beast And The Beauty, karakternya sebagai Junha selalu saja membuat si ‘Buruk Rupa’ Gu Dong Gun (Ryu Seong Beom) kesal setengah mati karena dia tampan, dan bisa melakukan apapun juga. Dalam ingatan Dong Gu, baik sebagai penyorak di atas panggung ataupun bermain piano di bar Jazz — Junha, bukan — Kim Kang Woo bisa melakukan segalanya. Memang aktingnya tidak se-realistis karakter Go Jun Pyo yang diperankan oleh Lee Min Ho dalam drama Boys Over Flower, tapi ia tetap memberikan kesan seperti ia adalah ‘anak teman seorang ibu’ yang menjadi jaksa atau anak sekolah yang populer dilingkungannya.

Bukan hanya efek dari perannya sebagai Mu Chul yang bertumpuk karena penampilannya yang menarik, tapi Kim juga memegang teguh kepercayaan bahwa apapun peran yang diberikan kepadanya, kepribadian si karakter harus sesuai dengan seting dan alasan kenapa dia harus melakoninya. Oleh karena itu, Junha — meskipun tampan dan juga bisa segalanya, tapi tidak pernah memandang semua wanita itu adalah miliknya. Perannya di Aggressives, mungkin dia tokoh yang senang dan bebas berekspresi dan tidak takut dengan aturan-aturan sosial, tapi ketika si tokoh harus kontak langsung dengan dunia yang sesungguhnya, Mogi akan jatuh dalam histeria. Karakter seperti itu memberikan kesan terhadap orang-orang asli yang hidup disekitar kita, makanya dia bisa merasakan dan menyerap semua yang butuh dirasakannya agar karakter itu muncul.

Dari pada menjadi pemain lapangan yang melihat bola, dan mencoba menangkapnya dengan aksi yang brilian, ia seperti seseorang yang sudah berada disana sejak lama dan bersiap menangkap bola itu tanpa tekanan.

20090413173141_002011_[W850xH567]

Kim Kang Woo yang memulai segalanya dari awal lagi….

Karena aktor itu memperkenalkan dirinya lewat sebuah karya, dan itu semua membutuhkan skill, tapi terkadang hal itu juga bisa membuat halangan-halangan dalam pencapain karir sebagai seorang bintang. Mungkin ia membutuhkan film yang berbicara tentang kepedihan dalam kesunyian seperti film The Railroad dimana ketika si insinyur Mansoo berkata tanpa memalingkan tatapannya pada apa yang dilihat dihadapannya. Dengan tatapan kosong namun tidak kaku, “Aku harap hari ini adalah hari terbaik dalam kehidupanmu.” Tapi dalam film seperti Rainbow Eyes, yang termasuk film unik, akan lebih baik lagi jika Kim memerankan tokoh detektif yang berbeda dan lebih macho. Meskipun film Le Grand Chef mampu menarik 3 juta penonton, karakter Sungchan adalah repetisi dari peran sebelumnya sebagai Mu chul, oleh karena itu dia sering dilabeli dengan peran orang baik-baik daripada aktor serius dalam perannya.

Maka daripada itu, tokohnya sebagai Doo Woo dalam serial drama Story Of A Man adalah kesempatan Kim Kang Woo membuktikan titik balik karirnya. Itu semua bukan semata-mata tokoh yang diperankan olehnya kebalikan dari apa yang selama ini dilakukannya. Kembali pada masa awal karir, Kim mengatakan bahwa ia ingin sekali menjadi aktor yang ‘delapan atau sembilan orang dari sepuluh, bisa mengenalinya’. Dan kemudian, semua orang mengenalinya sebagai tokoh Junha, tapi untuk filmografi, tokoh itu gampang sekali terlupakan. Dan karakter Chae Do woo adalah tokoh jahat yang terlampau ekstrim, psikopat yang merasakan kepuasan melihat orang-orang sekitar yang telah ia hancurkan hidupnya. Secara gamblang, Chae Doo Woo adalah karakter asli dari sebuah tokoh.

Saat ini, kami belum melihat perubahan yang berarti dari tokoh rivalnya dalam drama ini yang diperankan oleh Park Yong Ha, yang ceritanya masih sedang berada dipenjara, dan beberapa tokoh lainnya yang belum menampakkan diri. Secara natural, drama ini memfokuskan diri pada psikopat yang punya otak cemerlang. Hasilnya, kini Kim Kang Woo masih berdiri dalam bayangan yang bukan lagi sebuah latar belakang, melainkan landasan. Dan dari sini, dengan sendirinya ia akan memperkenalkan diri pada publik dengan peran yang berbeda.

20090413173137_002004_[W850xH567]

Untuk bisa mengerti tentang Chae Do Woo, aku menemui psikiater

Selama menjalani interview, kalimat-kalimat jawaban yang terlontar dari mulutnya selalu mengandung kata-kata seperti “Menurut pandanganku”, atau “Aku bisa saja salah”…dan sekarang ketika ia diminta bercermin tentang hal itu, maka ia bertanya, “Benarkah?…”seakan-akan mencoba mencari pembenaran. Meskipun begitu, bukannya ia ingin menghindari memberikan jawaban ataupun kurang percaya diri dengan pernyataannya. Tetapi, ia berusaha untuk bersikap jujur dan selalu terpaku pada kepercayaan yang dipercayainya tentang “Keyakinan tanpa keraguan bukanlah sebuah kepercayaan”

Jika dipikir lagi,  meskipun aktingnya dalam drama remaja I Run membawanya sebagai pemeran utama pada tahun 2003, tapi aktingnya masih cetek. Bahkan demi melakoni peran sebagai Chae Do Woo, ia rela mencoba menghapus dirinya sendiri dalam aktingnya itu.

10Asia : Pertanyaan apa sajakah yang banyak ditanyakan orang lain padamu tentang peran mu di Story Of A Man?

Kim Kang Woo : Apakah kau merasa kesulitan ketika memainkan tokoh jahat seperti itu? Seberapa banyak kau mempersiapkan diri untuk peran seperti itu?

10asia : Selain menjadi tokoh jahat, tokoh yang kau perankan [Story Of A Man] lebih terasa ‘beragam’

Kim Kang Woo : Karakternya adalah seseorang yang tidak banyak bergerak. Ia tipe seseorang yang perasaannya lebih tersalurkan dari caranya menatap, bersuara, dan gerak tangan yang tersamarkan ketika ia mengetahui bahwa ada sesuatu yang terjadi. Mungkin juga karena ia merasa hebat makanya dia seperti itu. Sebenarnya aku tidak berusaha agar terkesan ‘beragam’ ketika berperan, tapi jika orang lain melihatnya seperti itu, berarti aku telah meraih sukses.

Menjadi orang jahat bukan berarti harus memakai kekerasan

Aku dengar kau banyak bicara dengan penulis Song Ji-nah tentang karakter mu itu. Apa yang diinginkan oleh penulisnya?

Pertama-tama, dia hanya mengatakan.” Dia [Do-woo]harus terkesan seperti aristokrat, sangat berkelas sehingga banyak orang merasa tidak ada yang berani mendekatinya. Selalu bisa menjaga cara bicara dan tatapannya dengan kehati-hatian, dan tidak pernah tergoyahkan jika sudah melakukan sesuatu.” Dia juga mengatakan kalau ia tidak ingin Do-woo sekedar jadi orang jahat, tetapi juga harus terlihat seperti iblis, psikopat yang jati dirinya terkuak perlahan dalam melakukan aksinya.

20090413173144_002014_[W850xH567]

Ada bedanya antara menakuti seseorang dan merasa ketakutan. Lalu apa yang terjadi berikutnya?

Laki-laki ini [Chae Doo-woo]tidak punya perasaan sedikitpun. Dia tidak mau dirinya kelelahan, tidak cepat terpancing amarahnya, dia juga tidak bisa merasakan apa itu bergembira, dia pun jarang sekali tersenyum. Makanya penulis mengatakan bahwa ia ingin Chae Doo-woo terlihat lemah. Kemudian perlahan-lahan semua kejahtannya dapat terlihat dari waktu ke waktu. Aku pikir menjadi orang jahat itu tidak selalu harus memakai jalan kekerasan.

Sejak kau harus berakting menahan emosimu, sepertinya dalam cara  melihat targetmu juga ikut berubah?

Karena Chae do-woo itu benar-benar pintar dan juga licik, ia selalu meremehkan orang-orang di sekitarnya dengan penuh kebencian. Jadi ketika aku berakting sebagai Do-woo, aku memandang semua orang dari sisi pandangannya, lalu aku jadi tahu apa yang akan mereka katakan dan juga pikirkan selanjutnya. Jika aku  tidak berbuat seperti itu, maka peran ku akan terlihat kosong.

Dalam drama ia berkata, “Karena aku menginginkannya”, tapi menurutmu apakah ia melakukan hal buruk tersebut hanya untuk membuktikan kesuperiorannya?

Itu adalah trademark Doo-woo. Jika dia tidak ingin menang, maka dia akan merasa kehilangan apa yang disukainya dalam hidup ini.  Jika dia sudah memantapkan diri untuk melakukan hal buruk maka dia akan lakukan, dia punya otak yang pintar, juga dukungan finasial hebat, dan punya lingkaran sosial yang mendukungnya tanpa harus menyakiti orang lain, tapi menurutku alasan kenapa dia melakukan semua itu, karena jika tidak, dia tidak punya alasan lain untuk tetap hidup. Dia harus membuktikan bahwa orang lain tidak bisa berkompetisi dan menang darinya.

Sepertinya, Doo-woo tidak punya tujuan akhir untuk pencapaiannya itu?

Benar. Dia hanya senang menghancurkan hidup orang lain satu per satu.

Jika seseorang membicarakan tentang kelemahanku, aku akan menuliskan di buku dan menganalisanya.

Karakter yang kau perankan bukan karakter yang umum. Apa ada hal yang kau sarankan pada si penulis?

Aku ingin membuatnya menjadi seseorang yang tergila-gila dengan kebersihan. Di episode pertama, dia mencabut sehelai rambut yang menempel pada baju  Direktur Oh, dan untuk kedepannya dia juga akan terlihat sering melakukan hal-hal kecil seperti itu .

Aku juga membicarakan tentang trauma masa kanak-kanak, dan penulis Song sangat terbuka mengenai hal itu. Sebenarnya, aku pikir penulis ingin dia menjadi benar-benar tipikal psikopat dalam artian iblis sesungguhnya, dan dia pun sudah menyiapkan tentang trauma masa kecil Doo-woo. Ada beberapa hal pula yang aku sendiri tidak begitu mengerti dengan jelas, makanya aku pergi menemui psikiater untuk bertanya.

20090413173148_002020_[W850xH567]

Apa kau menginginkan karakternya menjadi seseorang yang dapat kau pahami?

Hmm…tidak perduli seberapa ekstrim karakternya, aku pikir dia punya alasan tersendiri kenapa dia melakukan hal-hal tersebut. Aku pikir tidak masuk akal kalau dii dibilang, “Oh, dia melakukan hal itu karena memang dasar orangnya seperti itu.” Aku tidak akan bisa melanjutkan jika alasannya sepele seperti itu. Alasan kenapa aku pergi menemui psikiater karena ingin membenarkan sesuatu yang membuatku selalu bertanya-tanya dan juga karena ingin memulai peranku itu dengan validasi dan juga kejelasan tentang yang Doo-woo alami. Tentu aku harus menciptakan suasana yang mengharuskan ku seperti itu, jika aku melakukan sesuatu yang salah, nantinya pasti semua itu akan rusak.

Apakah kau itu tipe orang yang tidak bisa bekerja jika terjadi kekhawatiran?

Aku pikir semua aktor pasti akan merasa seperti itu jika menemukan hal yang tidak dapat ditanganinya. Tapi jika kau sudah yakin dan sudah berkomitmen, lebih baik mempercayakan semua pada sutradara dan melanjutkan apapun hasilnya nanti. Meskipun aku membaca naskah, naskah itu mungkin sudah mereka baca berulang-ulang melebihi yang kubaca. Aku pikir itu akan sangat berbahaya jika harus memaksakan pendapatku secara berlebihan, hal-hal seperti itu seharusnya bisa diselesaikan disaat-saat sebelum syuting dimulai.

Selama kau bekerja, apakah kau merasa punya opini tentang ‘ apa yang cocok dan tidak untuk kau lakukan?’

Itu ku serahkan pada orang lain yang melihat untuk menghakimiku. Aku pikir seorang aktor tidak perlu punya standar seperti ‘Itu adalah yang terbaik bagiku dan paling bagus buatku.’ Hal itu seakan-akan menjadi bumerang yang mungkin berbalik padaku nantinya. Aku tahu pemikiranku mungkin salah, tapi aku tidak akan melakukannya.

Kau menambahkan kata-kata, “Aku mungkin salah” Apa kau tidak mau membuat opini lain?

Benar. Aku rasa itu sikap seperti itu bukan hal yang buruk. Aku sering mendengar apa yang dikatakan orang lain. Sebenarnya seorang aktor tidak bisa menolak untuk membicarakan kekurangan diri sendiri dari mulut orang lain. Meskipun itu membuatku merasa buruk, tapi aku selalu mencatatnya. Lalu, ketika proyek selesai, aku membaca komentar-komentar itu bak seorang kritikus. Dari situlah aku tahu kelemahanku. Jika tidak, aku merasa belum berkembang sama sekali.

Pria sejati adalah pria yang bisa mengurus wanitanya dan juga pekerjaan.

Kau terlihat seperti pekerja keras.

Aku mencoba bekerja keras, dan sepertinya belum pernah dikritik karena tidak bekerja keras. Aku hanya berfikir bahwa semua yang ku jalani ini hanya sebuah matapencaharian, seni, dan juga pembelajaran, jadi aku bisa melakukannya seperti hobi. Aku banyak baca buku, menonton film dan juga bepergian. Kami [aktor] adalah manusia yang bekerja dengan semua panca indera. Diantara garis itu, adakalanya aku merasa kecewa karena dilahirkan di kota, tidak pernah merasakan kehidupan yang menarik. Dan aku akui kalau aku ini  peka, makanya demi mengasah kepekaan, aku sering bepergian.

20090413173140_002008_[W850xH567]

Apa kau sering bepergian ke daerah-daerah? Maksud ku, daripada ke Paris, kau lebih memilih untuk bepergian ke provinsi-provinsi di sini?

Tergantung suasana hatiku saat itu. Jika aku telah menyelesaikan film seperti Le Grand Chef, aku mungkin ingin pergi ke Paris, dan setelah menyelesaikan drama seperti ini [Story Of A Man] aku juga ingin pergi ke daerah-daerah.

Berdasarkan insting, dari 0-10, aku punya kebiasaan untuk mencapai setidaknya 5 supaya tidak ada kekurangan antara satu sama lainnya. Ini bukanlah faktor kesengajaan, tetapi memang sudah seperti itu. Jadi aku hanya bisa menganggap karakter asliku adalah sesuatu yang baik. Jadi aku tidak akan merasa kehilangan semuanya secara langsung, dan juga tidak merasakan kecewa terhadap apun juga. Mungkin karena aku ini terbilang konservatif.

Hingga di luar syuting?

Iya. Meskipun aku tahu bisa saja salah. Tentunya memang menarik jika ada orang yang bisa aktif seperti itu [dalam berpolitik] dan masih bisa menjadi orang lain. Mungkin jika aku terlibat hal-hal seperti itu, aku sudah tidak bisa menerima peran apapun juga kedepannya.

Aku hanya bisa menyesuaikan diri di level 5. Setelah selesai main di film Marine Boy, semua orang mangatakan, “Kau punya badan yang bagus.” Tapi aku mengatakan pada mereka bahwa tubuhku dari skala 9 dari 10 maka tubuhku ini 5 atau 6 sekarang nilainya. Aku tidak tahu peran apa yang akan ku terima ke depannya, jadi aku ingin kembali lagi ke basis kerja seperti biasanya. Sama saja jika kalian bertanya tentang cara berfikirku, kemajuan, kekonservatifan, lingkup politik, ideologi,  atau tentang kepribadianku, aku hanya bisa berada ditengah. Itulah yang ku inginkan.

Sepertinya kau tidak suka dengan pendapat, “Inilah yang paling benar.”

Aku tidak pernah percaya itu. Tidak ada hal yang benar. Jika ada, semuanya pasti ada alasannya masing-masing.

Kau menyebutkan hal tentang konservatif. Rupanya kau lebih ingin terlihat layaknya rakyat biasa. Kau tidak suka membuat masalah dengan orang lain, dan sepertinya tidak suka kontroversi juga?

Iya. aku tidak suka dan tidak ingin terlibat dengan hal-hal seperti itu.

20090413173149_002021_[W850xH567]

Aku sangat iri kepada orang seperti Noh Hong Chul atau MC Mong

Saat acara konferensi pers Story Of A Man, kau mengatakan kalau kau itu seperti orang asing diantara mereka.

Aku tidak terlalu suka bertemu dengan orang lain. Aku juga tidak suka kebisingan, atau berhadapan dengan suasana yang menghebohkan. Aku merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan yang seperti itu, dan terkadang jugaterasa sangat menyakitkan buatku, makanya aku tidak bisa berlama-lama di tempat seperti itu.

Aku benar-benar tidak bisa berinteraksi sosial dengan orang lain. Jika aku bisa, mungkin dengan begitu aku bisa memanage hidupku lebih baik lagi sebagai seorang aktor. Karena hal ini adalah sebuah pekerjaan, ada kalanya aku harus keluar untuk bertemu dengan orang lain dan berubah, tapi aku belum bisa secara aktif mencari orang-orang itu. Aku pernah mencobanya, tapi semua itu terasa tidak seimbang dan tampak dipaksakan. Jadi aku pikir,  sifat buruk ku ini sudah tidak dapat diubah lagi.

Bagaimana perasaan mu ketika melihat orang yang punya kepribadian kebalikan dari kepribadianmu?

Aku sangat iri pada orang -orang seperti Noh Hong Chul atau MC Mong, aku fans mereka. Bukannya aku benci dengan kepribadian mereka yang seperti itu, tetapi karena aku sendiri tidak bisa bersikap seperti mereka.

Kau bisa membagi dan berempati masalah pada rekan seprofesimu?

Itu benar, tapi kadang ada juga problematik yang seperti contoh, film Marine Boy hasilnya tidak seperti yang diharapkan banyak orang. Yang berarti aku harus mabuk-mabukan, bersedih atau merasa khawatir selama satu bulan penuh, kan? Tapi aku benci jika harus memperlihatkan sisi seperti itu pada mereka jika sedang menghadapi masa-masa sulit.

Mungkin karena ketegasanmulah yangmembuat sutradara Lee Kye-byuk dari film Beauty and The Beast bilang, ” Meskipun berbicara tentang sikap seorang pria yang benar-benar seorang pria. Kim Kang Woo adalah benar-benar seorang pria yang keren.”

Aku rasa seorang pria bisa dibilang pria jika dia punya tanggung jawab terhadap pekerjaan dan juga wanitanya. Jika hanya memamerkan sisi maskulin pada orang lain hanya untuk terlihat seperti seorang pria, orang seperti itu adalah  preman.

Jadi Kim Kang Woo tipe pria seperti itu?

Ingin menjadi seperti itu, tapi…

Kalau begitu aku ganti pertanyaannya. Apakah Chae Do-woo dalam Story Of A Man itu punya sikap seorang pria?

Iya. Dia melakukan yang terbaik dan tidak mau ada seorang pun bisa mengambil apa yang sudah menjadi miliknya. Dia bisa melakukan apa saja untuk menang.  Dia seorang pria. Seorang pria sejati.

20090413173137_002005_[W850xH567]

sumber : 10asian.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Juli 2009
S S R K J S M
    Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Arsip Dangyuhaji

Terimakasih

  • 481,211 Pengunjung
Make Money Blogging

Drama of The Week

When Spring Comes Cast: Park Geon Young, Kim Nam Gil, Lee Hana, Park Si Yeon

Movie of The Week

No Regret Cast: Kim Nam Gil[Lee Han],Lee Yong Hoon, Kim Dong Wook, Kim Jung Hwa

Yang lagi Online

web stats
%d blogger menyukai ini: